Latar Belakang Bina Pranikah Gereja Kristus Bogor
Kehidupan rumah tangga merupakan kehidupan yang sangat serius terutama dari sudut pandang firman Tuhan, namun dalam kenyataannya banyak sekali rumah tangga yang melenceng dari tujuan Tuhan menciptakan rumah tangga. Kondisi ini terjadi karena semua pihak yang ada dalam tiap rumah tangga banyak yang tidak siap untuk berumah tangga dengan benar.
Mengapa peserta tidak siap berumah tangga dengan benar? Karena orang tua calon mempelai yang semestinya berperan penting mempersiapkan anak-anak mereka masuk dalam dunia rumah tangga dengan benar, ternyata tidak menjalankan tugasnya memberi bimbingan seutuhnya bagaimana rahasia membina rumah tangga yang benar. Selain itu, tidak ada kursus mempersiapkan calon mempelai sebelum masuk rumah tangga.
Ironisnya, dalam lembaga pernikahan, tanpa disadari, pihak ketiga banyak yang turut mencampuri urusan rumah tangga sehingga muncul keretakan dalam rumah tangga. Pihak ketiga ini ada yang bahkan sengaja diundang oleh suami atau istri. yang dimaksud pihak ketiga bukan terbatas kepada pria idaman lain atau wanita idaman lain, melainkan yang paling sering terjadi adalah interupsi orang tua atau mertua terhadap anak.
Ironi yang lain adalah, untuk kegiatan resepsi yang hanya 2 jam, banyak pasangan calon mempelai rela meluangkan waktu untuk persiapan selama 3 bulan atau lebih dengan biaya mulai dari Rp 15 juta sampai Rp 1 milyar lebih. Sedangkan untuk kehidupan yang berlangsung 24 jam x 365 hari x 25 tahun pernikahan, hanya mengandalkan kepada senang-senang selama masa pacaran tanpa persiapan pembekalan serius.
Realita penting yang disampaikan dalam program Bina Pranikah
Program Bina Pranikah yang baru digulirkan di Gereja Kristus Bogor secara rutin sejak tahun 2000, sampai saat ini merupakan kegiatan resmi dari majelis untuk membekali mereka yang akan diberkati pernikahannya di Gereja Kristus Bogor maupun di gereja lainnya. Program ini pun terbuka bagi jemaat dari gereja lain yang belum memiliki program sejenis. Program ini disusun sejalan dan berdampingan dengan kelas katekisasi pernikahan yang ditangani langsung oleh rohaniwan Gereja Kristus Bogor.
Dalam setiap mengawali kegiatan ini, pokja Bina Pranikah selalu mengingatkan bahwa belajar dari pengalaman para alumi sebelumnya, setelah selesai mengikuti Bina Pranikah akan terbuka kemungkinan tidak berlanjutnya hubungan para peserta karena masing-masing menyadari bahwa ternyata orang yang dipacarinya bukanlah jodoh yang Tuhan sediakan untuk menjadi penampingnya seumur hidup. Daripada menderita dikemudian hari, lebih baik hubungan pacaran disudahi secepatnya. Beberapa peserta yang ternyata berpisah, dan pada akhirnya menikah dengan orang yang berbeda, ternyata kehidupan rumah tangga mereka malah lebih bahagia seperti yang mereka harapkan. statement ini terdengar pahit bagi peserta, namun justru Pokja berpendapat bahwa hal-hal yang pahit semestinya dibuka secara jelas kepada calon mempelai karena dalam kenyataanya banyak pasturi yang menjalani hidup rumah tangga yang pahit. Justru melalui program Bina Pranikah ini calon peserta diajak melihat realita, mengapa sampai terjadi neraka dalam rumah tangga dan bagaimana cara untuk menghindarinya. Pendekatan semacam ini tidak membuat para peserta menjadi ketakutan untuk menikah, namun justru mereka mampu mengambil keputusan dengan lebih tegas sehingga tercipta komitmen yang sungguh-sungguh untuk menjalani hidup rumah tangga bahagia berdasarkan firman Tuhan.
Materi Bina Pranikah
Sedangkan materi yang diberikan mengenai konsep rumah tangga Kristen, psikologi keluarga, kesehatan fisik pasutri, manajemen keuangan keluarga. Empat materi ini merupakan sentral dari kehidupan rumah tangga. Jika ke empat hal diatas dapat dijalankan dengan baik sesuai kehendak Tuhan, maka otomatis rumah tangga yang dijalani akan menjadi rumah tangga bahagia.
Untuk memampukan peserta menggunakan ilmu yang diperoleh selama program Bina Pranikah dengan sebaik mungkin, maka dalam setiap sesi selalu dibuat forum diskusi, role play, dan aktivitas-aktivitas yang mendukung.
Dengan pengalaman selama 8 tahun terakhir, maka pokja Bina Pranikah untuk penyelenggaraan tahun 2009 ini (dimulai pada tanggal 15, 22, Februari, dan 01 Maret bertempat di Gereja Kristus Bogor dan dimulai dari pukul 12 siang hingga pukul 4 sore, sedangkan tanggal 8 dan 9 Maret diselenggarakan di wilayah yang sejuk yaitu Gadog (perjalanan kurang lebih 30 menit dari Gereja Kristus Bogor) dan menginap satu malam.
Tujuan program Bina Pranikah
Diakhir dari Bina Pranikah ini diharapkan setiap individu peserta:
1. Mengetahui konsep pernikahan Kristen yang perlu dijalankan oleh setiap individu dan menjadikan Tuhan sebagai dasar rumah tangga
2. Membuat setiap peserta menyadari mengapa Tuhan mengizinkan diriya menikah dengan pasangan hidupnya
3. Mengetahui siapakah dirinya yang sebenarnya, dan siapakah diri pasangannya dengan lebih dalam
4. Mengetahui hal-hal penting yang perlu dipersiapkan sebelum menandatangani kontrak seumur hidup, baik dalam masa suka maupun masa duka, sampai kematian memisahkan mereka
5. Mengetahi potensi-potensi masalah yang akan dihadapi dalam rumah tangga jikalau dirinya memutuskan menikahi pasangannya dalam acara Bina Pranikah, serta mendapatkan petunjuk-petunjuk untuk mengatasi potensi tersebut.
6. Mendapat aneka tips praktis pernikahan bahagia dari pengalaman pribadi para pokja Bina Pranikah yang telah menjalani pernikahan bertahun-tahun.
Setiap peserta yang berhasil mengikuti seluruh rangkaian acara akan mendapat sertifikat Bina Pranikah untuk keperluan adminstrasi mengurus peneguhan dan pemberkatan nikah di Gereja Kristus Bogor.
Pokja Bina Pranikah itu sendiri memiliki jam terbang pernikahan bervariasi, mulai dari satu tahun hingga lebih dari sepuluh tahun, sehingga pengalaman para pokja masih relevan dan kemungkinan besar akan dihadapi oleh calon pasutri.
Siapakah peserta yang diharapkan ikut dalam program Bina Pranikah ini?
1. Pasangan yang sudah bertunangan
2. Pasangan yang masih pacaran dan sudah memiliki rencana menikah
3. Pasangan yang masih pacaran dan sama sekali belum memiliki rencana menikah
Justru pasarangan yang belum memiliki rencana menikah perlu mengikuti acara ini sehingga jika ternyata kedua pihak memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan ke arah pernikahan, maka setiap pihak tidak akan terbeban berat jika dibandingkan seandainya peserta tersebut telah bertunangan.
Biaya penyelenggaraan Bina Pranikah
- Jemaat Gereja Kristus Bogor = Rp 350.000 per pasang (dua orang)
- Non jemaat Gereja Kristus Bogor = Rp 400.000 per pasang (dua orang)
Beberapa pertanyaan yang dibahas
1. Jika belum memiliki rumah sendiri, apakah saya harus menikah?
2. Bagaimana jika harus serumah dengan mertua atau mertua terlalu banyak ikut campur dalam mendidik anak atau mengatur kehidupan rumah tangga anaknya?
3. Jika telah memiliki anak, apakah istri boleh bekerja atau harus mengurus rumah tangga?
4. Jika tidak dikaruniai anak kandung, lalu bagaimana?
5. Bagaimana jika pasangan lebih membela orang tuanya?
6. Jika ingin memberi uang untuk orang tua sendiri, perlukah memberitahukan pasangan ataukah diam-diam saja?
7. Jika suami istri bekerja, perlukan keuangan dijadikan satu saja atau masing-masing pihak memiliki rekening yang tidak perlu diketahui pasangannya?
8. Jika istri memiliki kekayaan atau penghasilan yang lebih besar daripada suami, bagaimanakah sikap suami terhadap istri di rumah?
9. Perlukah dilakukan pre-marital check-up?
10. Jika ternyata diketahui pasangan anda mandul atau menderita penyakit keturunan yang kemungkinan besar akan menurun kepada anak anda, apakah anda masih mau meneruskan hubungan dengan pasangan anda?
11. Masalah-masalah krusial apa yang akan muncul jika pasangan anda berbeda aliran dengan anda? Misal: pasangan dari aliran protestan dengan aliran kharismatik? Atau bahkan pasangan anda berbeda kepercayaan dengan diri anda?
12. Apabila pasangan anda berbeda suku dan bahkan berbeda ras dengan anda, sejauh mana toleransi yang akan diterapkan dalam hubungan anda berdua?
13. Perlulah anda membuat perjanjian Pranikah?
14. Manakah yang lebih penting untuk diurus, peneguhan dan pemberkatan nikah, atau resepsi pernikahan?
15. Bila tidak ingin melakukan resepsi pernikahan, dengan alasan biaya, apakah pernikahan anda menjadi sah atau menjadi lebih afdol?
16. Tips menyelenggarakan resepsi pernikahan dengan biaya murah.
Dan masih sangat banyak pertanyaan-pertanyaan penting lain yang akan dibahas dalam program Bina Pranikah Gereja Kristus Bogor
Informasi lebih lanjut
Tata Usaha Gereja Kristus Bogor = tel 0251 8325 618
Email = jakub.nugraha@yahoo.com